Proses Terjadinya Pembentukan Pegunungan Lipatan (Folded Mountains)

Proses Terjadinya Pembentukan Pegunungan Lipatan (Folded Mountains)

    Istilah pegunungan lipatan digunakan untuk suatu jenis pegunungan dengan struktur lipatan yang relatif sederhana. Pada tahapan muda morfologinya masih menggambarkan adanya lingkungan antiklin dan sinklin. Bila erosi melanjut maka pengikisan sungai lateral dapat menajam ke hulu dan juga sepanjang puncak antiklin. Pada tahapan dewasa pengikisan di puncak antiklin dapat melanjut, melebar ke arah dalam sepanjang puncak antiklin dan akhirnya terbentuk lembah antiklin dengan kenampakan morfologi terhadap struktur geologi menjadi terbalik (interved relief), bukit-bukit antiklin (anticlinal ridges), dan lembah-lembah sinklin (sinclinal ridges), serta bukit-bukit yang terbentuk oleh lapisan-lapisan yang miring searah disebut bukit-bukit homoklin (homoclinal ridges). Pada tahapan tua, daerah pegunungan lipatan oleh pengikisan menjadi peneplane dan sungai mengalir di dataran tersebut seolah tanda mengindahkan adanya lapisan lunak ataupun keras.

    Daerah pegunungan lipatan umumnya berbukit-bukit terjal, dengan lembah-lembah yang panjang, adanya perulangan antara lembah lebar dan lembah sempit akibat perbedaan kekerasan batuan, adanya gawir terjal dan pegunungan landai pada hogbacks atau homoclinal ridges. Daerah pegunungan lipatan yang terdiri dari batuan-batuan sedimen sering pula mengandung nilai-nilai ekonomis seperti batugamping, batulempung, batupasir kuarsa, gipsum, dan sebagainya.(Gambar 8)



Lipatan adalah bentuk ombak atau gelombang pada suatu lapisan kulit bumi, yang ditunjukkan oleh perlapisan batuan. Lipatan terbentuk karena pergeseran lempeng tektonik. Pergeseran lempeng tersebut mengakibatkan adanya lapisan yang terdorong secara horizontal, baik pada salah satu tepi lapisan maupun pada kedua tepi lapisan. Lapisan batuan kemudian mengalami pelipatan atau pelengkungan.
Suatu lipatan terdiri atas beberapa bagian yang membentuk struktur lipatan. Struktur sebuah lipatan terdiri atas :

1. antiklin, yaitu unsur struktur lipatan dengan benuk yang cembung (convex) ke atas.
Antiklin adalah punggung lipatan yang kemiringan kedua sayapnya ke arah saling berlawanan dan saling menjauh (bentuk concav dengan cembung ke atas). Bagian tengah dari antiklin disebut inti antiklin.Lipatan antiklinal akan membentuk bumi menjadi cembung, Dan contohnya pegunungan atau perbukitan.

2. sinklin, yaitu lipatan yang cekung (concave) ke atas.
Siklin adalah lembah lipatan yang kemiringan kedua sayapnya menuju ke suatu arah dan saling mendekat (bentuk concav dengan cekungnya mengarah ke atas. Bagian tengah dari sinklin disebut inti sinklin. Lipatan sinklinal akan membentuk permukaan bumi menjadi cekung, Dan contohnya lembah.

3. limb (sayap), yaitu bagian dari lipatan yang terletak menurun mulai dari lengkungan   maksimum suatu antiklin sampai lengkungan maksimum suatu sinklin.
Sayap (limb), adalah bidang miring yang membangun struktur sinklinal atau antiklinal. Limb juga merupakan bagian dari lipatan yang terletak menurun mulai dari lengkungan maksimal suatu antiklinal sampai lengkungan maksimal sebuah sinklinal. Limb mempunyai bentuk memanjang dari axial plane pada lipatan satu ke axial plane pada lipatan lainnya. Ada 2 jenis limb yakni fore limb yakni sayap yang curam pada lipatan simetris, dan back limb yaitu sayap yang landai.

4. Axial plane merupakan sebuah bidang yang memotong puncak lipatan sehingga bagian samping dari lipatan menjadi kurang simetris.

5. Pluge adalah sudut yang terbentuk oleh pertemuan poros dan garis horizantal pada bidang vertikal.

6. Inflection point yaitu suatu titik dimana terdapat perubahan pada sebuah lengkungan yang masih termasuk bagian dari limb.

7. Wavelenght atau half, adalah jarak antara dua inflection point.

8. Crest disebut juga dengan hinge line yakni garis yang menghubungkan titik-titik tertinggi dari suatu lipatan pada bidang yang sama. Garis ini berada pada bagian tertinggi dari suatu lipatan. Crest terbentuk pada suatu bidang pada lipatan yang disebut sebagai crestal plane.

9. Through yaitu garis yang menghubungkan titik-titik paling rendah dari bidang yang sama. Through adalah kebalikan dari crest. Garis ini berada pada bagian paling rendah dari suatu lipatan. Through terbentuk pada suatu bidang pada lipatan yang disebut trough line.

A. Proses Terbentuknya Lipatan
     Lipatan terbentuk karena adanya peristiwa dislokasi, yakni perpindahan atau pergeseran letak lempeng bumi. Pergeseran lempeng tersebut mengakibatkan lapisan kulit bumi terdorong secara horizontal, baik pada salah satu tepi
lapisan maupun pada kedua tepi lapisan.
    Pembentukan lipatan dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti gaya berat atau pelengseran, tenaga tektonik, intrusi batuan beku dan injeksi garam. Disebut dengan lipatan jika terdapat perubahan suatu bidang datar menjadi bentuk bidang lengkungan. Lipatan pada kulit bumi ini sangat menguntungkan dan sering dicari oleh para penambang karena terdapat bahan tambang yang berharga di dalamnya, seperti minyak bumi dan endapan gas.
    Lipatan adalah salah satu struktur geologi yang sering ditemukan pada batuan sedimen yang mempunyai bidang lapisan yang terbentuk pada saat proses sedimentasi. Akan tetapi ada juga lipatan yang ditemukan pada batuan beku dan batuan metamorf.
    Proses terbentuknya batuan metamorf karena adanya perubahan yang disebabkan oleh proses metamorfosa. Proses metamorfosa adalah sebuah proses pengubahan batuan akibat adanya perubahan tekanan, temperatur, dan adanya aktivitas kimia, baik fluida ataupun gas, bahkan bisa merupakan variasi dari ketiganya (tekanan, temperatur, dan aktivitas kimia). Proses metamorfosa sendiri sebenarnya merupakan proses isokimia, di mana tidak adanya penambahan unsur-unsur kimia pada batuan yang mengalami metamorfosa. Adapun temperatur yang berkisar biasanya antara 200oC  800oC, tanpa melalui fase cair. Adapun tiga faktor yang dapat menyebabkan terjadi proses metamorfosa tersebut sehingga mengakibatkan  proses terbentuknya batuan metamorf, antara lain:

1. Perubahan Tempetur
Perubahan temperatur dapat terjadi karena adanya beberapa sebab, seperti adanya pemanasan akibat intrusi magmatik dan perubahan gradient geothermal. Adapun panas dalam skala kecil juga dapat terjadi akibat adanya sebuah gesekan atau friksi selama terjadinya deformasi suatu massa batuan. Pada batuan silikat misalnya, batas bawah terjadinya metamorfosa umumnya berkisar pada suhu 150oC ± 50oC. Hal ini ditandai dengan munculnya mineral-mineral Mg, yaitu carpholite, glaucophane, lawsonite, paragonite, prehnite maupun slitpnomelane. Sedangkan untuk batas atasnya berkisar pada suhu 650oC  1100oC, tepatnya sebelum proses pelelehan dan tergantung pula pada jenis jenis batuan asalnya.

2. Perubahan Tekanan
    Tekanan yang dapat menyebabkan terjadinya proses metamorfosa pada dasarnya bervariasi. Proses metamorfosa akibat intrusi magmatik dapat terjadi mendekati tekanan permukaannya, di mana besarnya beberapa bar saja. Sedangkan proses metamorfosa yang terjadi pada suatu kompleks ofiolit dapat terjadi dengan tekanan lebih dari 30-40 kBar.Tekanan yang dapat menyebabkan terjadinya proses metamorfosa pada dasarnya bervariasi.

3. Aktivitas Kimiawi
Ativitas kimiawi fluida maupun gas yang berada pada jaringan antara butir batuan, mempunyai peranan penting dalam proses metamorfosa. Hal ini dikarenakan memang fluida aktif memiliki banyak peran, yaitu air, karbon dioksida, asam hidroklorik, dan hidroflorik. Pada umumnya, fluida dan gas tersebut berperan sebagai katalis atau solven, serta memiliki sifat untuk membentuk reaksi kimia dan penyetimbang mekanis.
    Pada jenis jenis batuan tersebut ditemukan lipatan kecil (micro fold) yang hanya berukuran beberapa meter, dan ada pula lipatan besar (mega fold) yang mencapai ukuran berkilo- kilo meter. Perbedaan ukuran tersebut tergantung pada sifat fisik batuan yang terlipat, sistem tegasan, waktu yang diperlukan dalam pembentukan lipatan, besarnya gaya yang bekerja membentuk lipatan dan mekanisme pembentukan lipatan. Terdapat dua macam mekanisme pembentuk lipatan  yaitu melipat (blucking) dan melengkung (bending). Buckling disebabkan oleh gaya tekan yang arahnya sejajar dengan permukaan lempeng sehingga terjadi perubahan bentuk batuan yakni berupa rekahan akibat adanya tarikan.         Sedangkan bending disebabkan oleh adanya gaya tekan yang arahnya tegak lurus terhadap bidang lapisan.

B. Pegunungan Lipatan
    Pegunungan Lipatan adalah pegunungan yang berbentuk gelombang disebabkan tenaga endogen yang arah dan tekanannya mendatar atau horizontal. Akibat tekanan mendatar tersebut, maka terjadilah pelengkungan lipatan pada lapisan kulit bumi. Semula tekanan tersebut membentuk lipatan tegak lurus atau simetris, yaitu lipatan yang bidang sumbunya mempunyai jarak yang sama dengan kedua sayapnya.
    Setelah lipatan tegak terbentuk, ternyata tekanan tersebut terus bekerja, sehingga lipatan tegak menjadi lipatan miring. Jika tekanan tersebut terus mendesak pada lipatan miring, maka akan terbentuk lipatan menggantug. Pada lipatan gantung tekanan horizontal masih terus maka akan terbentuk lipatan isoklinal, jika tekanan terus saja akan terbentuk lipatan rebah, dan akhirnya akan terbentuk lipatan sesar sungkup.
    Pegunungan lipatan terdeiri atas bagian yang disebut dengan sinklinal dan antiklinal. Sinklinal adalah bagian pegunungan lipatan yang berupa lembah. Sedangkan antiklinal adalah bagian pegunungan lipatan yang berupa punggung atau puncak. Kumpulan antiklinal antiklinal dalam sebuah lipatan disebut antiklinorium, sedangkan kumpulan sinklinal sinklinal disebut sinklinorium. Jenis pegunungan lipatan yang tersebar di seluruh dunia membentuk pola atau jalur tertentu. Ada tiga jalus pegunungan lipatan di dunia, yaitu :

1. Pegunungan Sirkum Pasifik
Jalur Pegunungan Sirkum Pasifik adalah rangkaian atau jalur pegunungan lipatan yang mengelilingi Samudra pasifik. Sirkum Pasifik memanjang dan melintasi sepanjang wilayah di Samudra Pasifik mulai dari pegunungan di Selandia Baru, wilayah pegunungan di kepulauan sekitar Sulawesi, Papua, Halmahera, ke Pegunungan di Filipina, Jepang hingga ke Pegunungan Sierra Nevada, Pegunungan Rocky di Amerika Serikat, berakhir di Pegunungan Andes di Amerika Selatan.
Rangkaian jalur pegunungan Sirkum Pasifik ini dimulai dari:
Pegunungan Andes di Amerika Selatan Menuju utara ke
Pegunungan Sieera Nevada di Mexico, terus ke utara menuju
Pegunungan Rocky di Amerika Utara, terus ke arah utara menuju
Pegunungan Alaska di negara bagian Alaska, selanjutnya ke barat dan selatan menuju
Pegunungan di Kep. Aleutian dan Kep. Jepang, Taiwan, Menuju
Filipina terus ke Indonesia dan berakhir di Laut Banda

2. Pegunungan Sirkum Mediteran
    Jalur Pegunungan Sirkum Mediteran adalah pegunungan lipatan yang melingkari bagian tengah benua Eropa dan Asia. Sirkum Mediterania memanjang dari wilayah Pegunungan Atlas di Maroko Afrika Utara, ke Pegunungan Alpen di Swiss, Pegunungan Kaukasus di Asia Tengah, hingga Pegunungan Himalaya dan menurun di Teluk Benggala, India. Pengertian dari Sirkum mediterania adalah Rangkaian pegunungan sambungan dari jalur pegunungan disekitar laut Tengah, yaitu Afrika Utara, Spanyol, Alpen, Alpenina, Semenanjung Balkan, membujur ke pegunungan Himalaya, Myanmar, Malaysia kemudian menyebrang ke Indonesia. Pegunungan ini naik dan muncul kembali di pegunungan sekitar Andaman, hingga ke beberapa pegunungan di wilayah Indonesia, yakni pegunungan Bukit Barisan di Sumatera, Jawa, Bali, Kepulauan Nusa Tenggara, dan berakhir di kepulauan sekitar Laut Banda (Pulau Buru). Coba amatilah peta dunia, dan temukan daerah yang disebutkan di atas selanjutnya tariklah garis untuk mendapatkan polanya.
    Jalur pegunungan Sirkum Mediteran ini secara urut dari arah barat ke timur, dimulai dari:
Pegunungan Atlas di Afrika Utara menuju ke
pegunungan Alpen di eropa selatan, terus menuju ke Pegunungan Kaukasus di Jazirah Balkan, terus menuju ke
    Pegunungan Elburizan di Asia kemudian ke
Pegunungan Himalaya, Pegunungan Arakan Yoma, Zamaika, Andaman, dan Nicobar sterusnya masuk ke Indonesia dan berakhir di Laut Banda.

3. Pegunungan Sirkum Australia
    Jalur pegunungan lipatan Australia ini rangkaiannya dimulai dari pegunungan Alpen di Australia menuju ke Selandia Baru, California, dan masuk irian Timur wilayah Papua Nugini. Rangakian terus menyambung ke arah barat menuju Irian Barat Wilayah Indonesia sampai ke wilayah kepala Burng bahkan ada yang sampai ke pulau Halmahera.
    Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa wilayah Indonesia merupakan tempat pertemuan tiga jalur pegunungan muda dunia. Akibat dari keadaan tersebut wilayah Indonesia menjadi labil dan rawan bencana. Keadaan labil disebabnya banyaknya gempa bumi, baik gempa tektonik maupun gempa vulkanik. Rawan bencana di Indoensia juga disebabkan karena Indonesia merupakan pertemuan bebebrapa lempeng benua dan samudra.
    Bentuk-Bentuk Pegunungan Lipatan| Pegunungan lipatan merupakan bagian dari proses diastropisme selain pegunungan patahan. Pegunungan lipatan memiliki macam-macam lipatan atau jenis-jenis lipatan dan memiliki bentuk-bentuk pegunungan lipatan terdiri atas 4 yakni jalur pegunungan lipatan, dome dan basin, lipatan tunjam, lipatan kompleks, setiap bentuk-bentuk pegunungan lipatan tersebut memiliki proses terbentuknya, dan akan dijelaskan pula pengertian dari berbagai bentuk-bentuk pegunungan lipatan, sehingga tak akan timbul pertanyaan bahwa apa pengertian jalur pegunungan lipatan, apa pengertian dome dan basin, apa pengertian lipatan tunjam, apa pengertian lipatan kompleks dan pertanyaan lainnya, mengapa lipatan tersebut dapat terjadi. begitu pun dengan pegunungan patahan memiliki bentuk-bentuk pegunungan patahan dan macam-macam patahan atau jenis-jenis patahan

C.  Macam Bentuk-Bentuk Pegunungan Lipatan
    Pegunungan lipatan merupakan bagian dari proses diastropisme selain pegunungan patahan. Pegunungan lipatan memiliki macam-macam lipatan atau jenis-jenis lipatan dan memiliki bentuk-bentuk pegunungan lipatan terdiri atas 4 yakni jalur pegunungan lipatan, dome dan basin, lipatan tunjam, lipatan kompleks, setiap bentuk-bentuk pegunungan lipatan tersebut memiliki proses terbentuknya, dan akan dijelaskan pula pengertian dari berbagai bentuk-bentuk pegunungan lipatan, sehingga tak akan timbul pertanyaan bahwa apa pengertian jalur pegunungan lipatan, apa pengertian dome dan basin, apa pengertian lipatan tunjam, apa pengertian lipatan kompleks dan pertanyaan lainnya, mengapa lipatan tersebut dapat terjadi. begitu pun dengan pegunungan patahan memiliki bentuk-bentuk pegunungan patahan dan macam-macam patahan atau jenis-jenis patahan, seperti tema diatas dimana kali ini kita akan menjelaskan bentuk-bentuk pegunungan lipatan yang akan dijelaskan seperti yang ada dibawah ini.
1.Jalur Pegunungan Lipatan. Jalur pegunungan lipatan adalah rangkaian pegunungan lipatan yang sangat panjang, melintasi beberapa benua, dan terletak berdampingan dengan palung didasar laut. Jalur pegunungan lipatan dan palung terbentuk karena tumbukan antara lempeng samudra dan lempeng benua. Lempeng samudra lebih berat sehingga produksi akan menyusup di bawa lempeng benua, sedangkan lempeng benua akan terangkat ke atas karena lebih ringan massanya.
2. Dome dan Basin. Dome adalah pegunungan lipatan yang membulat, terbentuklah karena tekanan mendatar yang mempunyai kekuatan datang pada waktu dan arah yang sama. Contohnya, dome sangiran di jawa tengah yang terkenal sebagai tempat penemuan fosil manusia purba. Basin adalah cekungan yang membulat karena daerah sekitarnya terangkat naik.
3. Lipatan Tunjam. Lipatan Tunjam adalah pegunungan lipatan yang garis porosnya menunjam membentuk sudut terhadap bidang datar.
4. Lipatan Kompleks. Lipatan Kompleks adalah berbagai jenis lipatan yang terdapat pada sebuah jalur pgunungan besar yang disebut geantiklin (antiklinal besar). Jalur di atasnya terdapat antiklinal dan sinklinal kecil-kecil dari berbagai tipe.

D.  Macam - macam Lipatan dan Bentuk Nya.

1. Macam- Macam Lipatan
Berdasarkan unsur geometri atau kedudukan bidang sumbunya, terdapat bermacam- macam lipatan, diantaranya adalah :

  • Lipatan tegak (symmetric folds) adalah lipatan yang garis sumbunya membagi secara simetris atau sama besar antara antiklinal dan sinklinal.
  • Lipatan miring atau asymmetric folds adalah lipatan yang garis sumbunya tidak simetris dan membentuk sudut.
  • Lipatan menggantung adalah lipatan yang menyerupai lipatan miring, akan tetapi bagian puncaknya terdorong sangat tinggi sehingga mempunyai bentuk seperti menggantung.
  • Lipatan menutup, disebut juga recumbent folds adalah lipatan yang terbentuk karena lipatan yang satu menekan sisi lipatan yang lain sehingga menyebabkan sumbu lipat hampir datar.
  • Lipatan rebah (overturned fold) adalah lipatan yang tertekan terus menerus sehingga mengakibatkan puncaknya melandai seperti rebahan. Terjadinya lipatan ini karena tekanan tenaga secara horizontal hanya berasal dari satu arah.
  • Lipatan sesar sungkup (overthrust) adalah lipatan yang disebabkan oleh adanya pergerakan pada sepanjang kerak bumi dimana pergerakan tersebut menekan satu sisi dengan sangat kuat sehingga menyebabkan lipatan menjadi retak.


2. Macam- macam lipatan berdasarkan bentuknya, antara lain :

  • Lipatan paralel (concentric fold) adalah suatu lipatan dimana jarak ketebalan tiap lapisan tetap sama dan mempunyai jarak lapisan sejajar dengan sumbu utama.
  • Lipatan similar (similar fold) adalah lipatan yang jarak lapisannya sejajar dengan sumbu utama. Ukuran antiklinal dan sinklinalnya juga tidak banyak berubah.
  • Lipatan disharmonik adalah lipatan yang tidak teratur karena lapisannya tersusun dari bahan-bahan yang berbeda.
  • Lipatan ptigmatik adalah lipatan yang terbalik terhadap sumbunya.
  • Lipatan chevron (chevron fold) adalah lipatan bersudut yang sendinya tajam dengan sayap lipatan berupa bidang planar.
  • Lipatan isoklinal (isoclinal fold) adalah lipatan yang bidang sumbu atau sayapnya sejajar disebabkan oleh adanya tekanan secara terus menerus.
  • Lipatan klin bands adalah lipatan yang bersudut tajam dan dibatasi oleh permukaan planar.
  • Lipatan seretan (drag fold) adalah lipatan yang terbentuk karena adanya seretan suatu sesar.
  • Lipatan kelopak adalah lipatan yang bagian dalamnya mempnyai daya tekanan sehingga sayap tengahnya tidak menjadi tipis.



Referensi
www.brainly.co.id
www.gerbangilmu.com/penjelasan-pegunungan-patahan
www.ilmugeografi.com/geologi/proses-terbentuknya-batuan-metamorf
www.umum-pengertian.blogspot.co.id/bentuk-bentuk-pegunungan-lipatan

Komentar

Postingan Populer